
Batam Tourism Polytechnic (BTP) melalui Program Magister Terapan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata sukses menyelenggarakan kegiatan Matrikulasi Tahun Ajaran 2025/2026 pada 1–2 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) dengan menghadirkan narasumber nasional yang berkompeten di bidang pariwisata.
Acara resmi dibuka oleh Wakil Direktur I BTP, Rosie Oktavia P.R., S.E., MM.Par. serta Wakil Direktur II BTP, Dr. Syafruddin Rais, M.Par.. Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Terapan Pariwisata, Dr. Eryd Saputra, S.Par., M.M., M.Sc., menyampaikan ucapan selamat bergabung kepada 19 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga Madrid, Spanyol.
Tiga Narasumber dengan Topik Relevan
Dalam kegiatan matrikulasi ini, mahasiswa mendapatkan wawasan mendalam dari para pakar pariwisata melalui tiga sesi utama, yaitu:
- “Isu Global Penerapan Ekonomi Biru, Hijau, dan Sekular (BGCE) di Sektor Pariwisata Indonesia”
oleh Dr. I Wayan Thariqy Kawakibi Pristiwasa, M.M.Par. – satu-satunya doktor pariwisata di Kepulauan Riau sekaligus dosen BTP.
(Senin, 1 September 2025 – Pukul 09.00 WIB sampai selesai) - “DNA Kepariwisataan Indonesia”
oleh Prof. Dr. Deina Mutiara Lemy, A.Par., M.M., CHE – Guru Besar Ilmu Pariwisata ketiga di Indonesia, Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan (UPH), serta asesor BAN-PT sejak 2007.
(Senin, 1 September 2025 – Pukul 19.00 WIB sampai selesai) - “Eco-Anxiety Tourism: Academic and Theoretical Perspectives” serta
“Eco-Anxiety Tourism: Theoretical Foundations, Current Issues, and Future Research Agenda”
oleh Prof. Dr. Aceng Gima Sugiama, S.E., M.P. – Guru Besar Pariwisata Politeknik Negeri Bandung.
(Selasa, 2 September 2025 – dilaksanakan secara daring melalui Zoom)
Suasana Antusias dan Inspiratif
Kegiatan matrikulasi ini berlangsung dengan suasana penuh semangat. Sesi pertama menghadirkan diskusi hangat terkait penerapan ekonomi biru, hijau, dan sekular di sektor pariwisata. Malam harinya, Prof. Dr. Deina membawakan materi mengenai DNA kepariwisataan Indonesia yang memantik antusiasme tinggi dari peserta.
Sebagai penutup, sesi daring bersama Prof. Dr. Aceng mengupas isu mutakhir mengenai eco-anxiety tourism, sebuah perspektif baru dalam kajian akademik pariwisata yang menghubungkan aspek lingkungan, psikologi, dan tren penelitian masa depan.
Melalui kegiatan matrikulasi ini, mahasiswa baru diharapkan mampu memperoleh bekal wawasan, memperluas jaringan akademik, serta siap berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.




